Ketika semakin dewasa, kita sering kali merasa sangat sibuk dengan pekerjaan. Namun, ada fenomena menarik yang perlu kita perhatikan. Kita sering kali sibuk hanya demi sibuknya, tanpa mencapai hal-hal yang benar-benar bermakna. Kesibukan ini tidak menghasilkan sesuatu yang bernilai ataupun bermakna, mungkin untuk menghasilkan uang tetapi sebagian besar waktu kita hanya memberi kesan bahwa kita sibuk.

Masalah ini semakin memburuk. Orang-orang yang terlihat sibuk seringkali memang sering dianggap penting atau dihormati di tempat kerja, padahal mereka sebenarnya belum tentu produktif. Ini masalah yang serius karena banyak waktu yang terbuang sia-sia dalam rapat yang tak berujung dan pekerjaan menggunakan kertas, komputer yang tidak berarti. Ada penelitian psikologi bahkan menunjukkan bahwa 70 persen rapat menghalangi karyawan untuk melakukan pekerjaan yang produktif. Oleh karena itu, saya ingin membagikan tiga alat dari sudut pandang kreativitas dan inovasi yang dapat membantu Anda tetap fokus pada hal-hal yang nyata dan bermakna, daripada hanya sibuk tanpa tujuan bermakna:
#Pertama, kita perlu bertanya.
Saat kita mengajukan pertanyaan daripada hanya menyelesaikan tugas, kita akan menemukan alasan yang lebih dalam mengapa kita melakukannya. Terlalu sering, kita hanya terpaku pada tugas yang harus diselesaikan, dan menyelesaikan tugas itu menjadi satu-satunya tujuan kita. Namun, jika kita ingin mengundang kreativitas dan inovasi dalam proses kerja kita, kita perlu melihat lebih luas.
Ajukanlah pertanyaan. Pertanyaan seperti “Mengapa kita melakukan ini?” dan “Siapa yang mendapatkan manfaat terbesar?” adalah langkah awal yang baik, apa pun tugas yang sedang kita kerjakan. Pertanyaan seperti “Apakah manfaat internal yang kita dapatkan sebanding dengan manfaat yang diperoleh pelanggan atau klien eksternal?” bisa menjadi pertanyaan yang lebih baik. Dengan mengajukan pertanyaan, kita memberikan makna pada pekerjaan kita dengan jangkauan yang lebih luas daripada hanya menyelesaikan tugas.

Mengajukan pertanyaan juga dapat membawa kita pada penemuan kreatif. Cara kita mengajukan pertanyaan dan apa yang ingin kita ketahui mungkin berbeda dengan orang lain. Oleh karena itu, dengan mengajukan pertanyaan – terutama kepada anggota tim lainnya – kita dapat mendapatkan sudut pandang yang berbeda tentang masalah yang sama. Dengan kata lain, mengajukan pertanyaan dapat membuka jalan menuju solusi yang tidak akan muncul jika kita tidak mengajukan pertanyaan sejak awal.
Dengan mengembangkan kebiasaan bertanya, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang pekerjaan kita dan membuka peluang untuk kreativitas dan inovasi. Jadi, jangan takut untuk mengajukan pertanyaan, karena itu adalah kunci untuk menemukan makna dan menghasilkan hasil yang bermakna dalam pekerjaan kita.
#Kedua, belajar dari sejarah.
Jika anda merasa telah melakukan tugas yang sama berulang-ulang tanpa hasil yang berarti, mungkin saatnya untuk melihat sejarahnya. Terkadang, kita terlalu terpaku pada pekerjaan kita dan hanya fokus pada menyelesaikan tugas-tugas di depan kita, tanpa memperhatikan arah atau tujuan dari tugas-tugas tersebut. Kita seperti mengenakan kacamata yang membatasi pandangan kita, tidak menyadari bagaimana setiap bagian tugas kita saling terkait untuk membentuk keseluruhan dari apa yang kita lakukan.

Contohnya, jika anda merasa selalu menciptakan sesuatu yang baru di tempat kerja, misalnya dalam membuat proposal yang harus dikirim ke perusahaan klien, dengan melihat sejarah dan mencari tahu mengapa hal itu terjadi, kita dapat menemukan alat kreatif dan inovatif yang luar biasa untuk memperbaiki situasi tersebut. Dalam kasus ini, mungkin kita akan menemukan bahwa proses proposal yang kita gunakan kurang efektif, atau mungkin kita belum sepenuhnya memahami model perusahaan, sehingga proses proposal kita menjadi berantakan. Seperti efek domino, banyak masalah dalam bisnis saling terkait. Kita juga mungkin menemukan bahwa orang yang biasanya bertanggung jawab atas pengaturan proposal kita telah dipindahkan ke departemen lain, dan itulah sebabnya ada kesenjangan. Sekali lagi, semuanya tentang melihat sejarah tugas tertentu dan menganalisis bagaimana kita sampai pada posisi saat ini, serta menggunakan sejarah tersebut untuk menyelesaikan masalah yang ada.

Dengan mempelajari sejarah, kita dapat belajar dari pengalaman masa lalu dan mendapatkan wawasan berharga. Ini memberi kita kesempatan untuk mengidentifikasi pola, kelemahan, atau kegagalan yang mungkin terjadi sebelumnya. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang sejarah tugas kita, kita dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memperbaiki situasi dan mencapai hasil yang lebih baik di masa depan.
Jadi, jangan takut untuk melihat ke belakang. Periksa sejarah tugas-tugas kita, kenali akar permasalahannya, dan temukan solusi kreatif dan inovatif yang dapat membantu kita mengatasi tantangan yang ada. Dengan mempelajari sejarah, kita dapat melangkah maju dengan lebih baik dan memastikan bahwa setiap tugas yang kita lakukan memiliki dampak yang signifikan dan bermakna.