Mentoleransi ketidakpastian adalah kemampuan kita untuk bisa beradaptasi dengan perubahan dan tetap nyaman meskipun nggak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Jadi,anda bisa belajar menerima ketidakpastian dengan menyiapkan diri dan merasa tenang meskipun kita nggak bisa kontrol segala hal.

Ada orang-orang yang bisa menghadapi ketidakpastian dengan baik, tapi ada juga yang susah mengelolanya. Intoleransi terus-menerus terhadap ketidakpastian ini seringkali jadi penyebab kecemasan dan bikin kita jadi sering menghindar dari berbagai aspek kehidupan kita. Misalnya aja, anda mungkin menolak ajakan teman-teman buat pergi liburan karena takut pergi ke kota yang belum pernah anda kunjungi sebelumnya. Tapi, belajar menerima bahwa anda aman saja meskipun nggak ada kepastian, bisa bantu mengurangi stres dan menghadapi tantangan sehari-hari dengan lebih baik. Menghadapi ketidakpastian berarti anda mampu mengatasi kenyataan bahwa anda tidak tahu bagaimana segala sesuatunya akan berakhir.

Ada orang-orang yang bisa menghadapi ketidakpastian dengan baik, tapi ada juga yang susah mengelolanya. Intoleransi terus-menerus terhadap ketidakpastian ini seringkali jadi penyebab kecemasan dan bikin kita jadi sering menghindar dari berbagai aspek kehidupan kita

Apakah anda memiliki toleransi yang tinggi terhadap ketidakpastian? Lihat daftar berikut:
– Bersedia mengambil risiko yang dapat diperhitungkan.
– Mampu beradaptasi dengan lingkungan baru dan tak segan melakukan proses baru.
– Mengambil keputusan dengan keyakinan.
– Menerima dengan senang hati kegiatan dan rencana spontan
– Merasa aman dalam hubungan dekat.

Di sisi lain, jika anda memiliki toleransi yang rendah terhadap ketidakpastian, anda mungkin cenderung menghindari terlibat dalam kegiatan yang tidak dapat anda kendalikan. Anda mungkin menghindari mengambil risiko atau terlalu banyak memikirkan suatu situasi untuk meredakan kecemasan. Jadi, intoleransi terhadap ketidakpastian lebih berkaitan dengan tindakan yang anda lakukan atau hindari atau perasaan anda mengenai pengambilan keputusan untuk melangkah ke tahap berikutnya.

Mempunyai toleransi yang rendah terhadap ketidakpastian dapat berdampak pada hubungan anda dengan orang lain. Jika anda merasa sulit untuk menghadapi ketidakpastian, kemungkinan anda sulit juga untuk mengambil risiko sosial.

Tanda-tanda bahwa anda memiliki toleransi yang rendah terhadap ketidakpastian meliputi:
– Menggali informasi berulang kali sebelum mengambil keputusan.
– Merasa bahwa sesuatu mungkin berakhir buruk, meskipun kemungkinan buruknya sangat kecil.
– Sulit untuk membuat dan menikmati kegiatan spontan.
– Membutuhkan penghiburan konstan dari orang lain.
– Merasa tidak aman dalam hubungan berpasangan atau karier jika tanpa bukti nyata.
– Studi telah mengaitkan intoleransi terhadap ketidakpastian dengan gangguan kecemasan, gangguan obsesif-kompulsif (OCD), kemampuan untuk memberi belas kasihan pada diri sendiri yang rendah, dan perasaan kesejahteraan yang lebih buruk.

Mempunyai toleransi yang rendah terhadap ketidakpastian dapat berdampak pada hubungan anda dengan orang lain. Jika anda merasa sulit untuk menghadapi ketidakpastian, kemungkinan anda sulit juga untuk mengambil risiko sosial (seperti memperkenalkan diri pada orang baru atau mengajak teman baru minum kopi).

Tidak dapat mentoleransi ketidakpastian juga dapat membuat anda sulit merasa aman dalam hubungan atau menyebabkan kecemasan akan ditinggalkan terus muncul. Anda mungkin sering khawatir karena tidak dapat yakin bahwa pasangan anda tidak akan meninggalkan anda. Belajar untuk menghadapi ketidakpastian dapat membantu mengurangi kecemasan dan membuat anda merasa lebih aman atau percaya diri dalam mengambil keputusan.

Belajar untuk menghadapi ketidakpastian dapat membantu mengurangi kecemasan dan membuat anda merasa lebih aman atau percaya diri dalam mengambil keputusan.

Kalau anda merasa sulit menerima ketidakpastian, berikut ini ada beberapa tips yang mungkin bisa membantu anda:

Kenali Diri Sendiri
Untuk belajar menerima ketidakpastian, coba kembangkan kesadaran diri. Menerima kenyataan bahwa anda sulit menghadapi hal-hal yang tidak bisa anda kendalikan bisa menjadi langkah pertama untuk mengenali situasi-situasi tertentu yang bisa menimbulkan kecemasan.
Anda bisa bertanya pada diri sendiri: Bagaimana perasaan saya saat tidak yakin bagaimana sesuatu akan berakhir? Bagaimana saya cenderung bertindak saat menghadapi ketidakpastian? Bagaimana ini mempengaruhi hubungan/karir/hobi/keadaan emosional saya?

Tujuannya bukan untuk merasa buruk tentang sulitnya menerima ketidakpastian. Sebaliknya, tujuannya adalah mengetahui apa yang memicu respons cemas anda, bagaimana hal itu memengaruhi kehidupan anda, dan kesempatan-kesempatan apa yang mungkin ada untuk pertumbuhan pribadi dalam setiap situasi.

Berhenti Sejenak
Saat ketakutan akan ketidakpastian meningkat, coba berhenti sejenak dan mencoba mengenali apa yang terjadi. “Saya merasa cemas tentang ini karena takut ini atau itu.”
Dengan melakukannya, anda bisa berhenti sejenak dan menyadari apa yang sedang terjadi dan mengapa itu terjadi.

Sebagai contoh, atasan anda memberi anda kesempatan untuk bekerja pada proyek baru yang menarik. Meskipun terdengar menyenangkan, anda merasa cemas dan gugup. Reaksi anda adalah menolak tawaran tersebut karena anda tidak yakin bagaimana hasilnya akan menjadi atau anda merasa tidak yakin dengan kemampuan anda untuk menyelesaikan tugas tersebut.

Pada saat itu, anda juga bisa mundur sejenak dan berkata pada diri sendiri, “Saya menyadari bahwa saya cemas karena takut hal ini akan berakhir buruk. Tapi saya tidak bisa mengontrol segalanya dan ini adalah kesempatan yang bagus. Ini adalah manfaat yang bisa saya dapatkan jika menerima tawarannya.”

Fokus pada Bukti
Saat membuat keputusan, coba menilai situasinya berdasarkan bukti, bukan pikiran cemas anda.
Kecemasan anda mungkin meyakinkan anda bahwa skenario terburuk bukan hanya mungkin, tapi juga kemungkinan besar terjadi. Pendekatan logis dapat membantu anda mengevaluasi situasi dengan lebih baik. Anda bisa mencoba ajukan pertanyaan pada diri sendiri seperti: Kemungkinan apa yang akan terjadi?
Apa yang sudah terjadi di masa lalu? Apa yang menjadi kemungkinan terburuk? Seberapa mungkin hal itu terjadi? Bagaimana cara untuk menghadapi kemungkinan buruk?
Jika saya menolak kesempatan ini, saya akan kehilangan apa?
Pertumbuhan mental bukan berarti tanpa kesalahan ya.

Jangan Terlalu Berpikir
Jika anda tidak mampu menerima ketidakpastian, anda mungkin cenderung berpikir berlebihan dalam setiap keputusan dan melakukan banyak riset sebelum mempertimbangkannya. Berpikir berlebihan dan melakukan banyak riset terhadap setiap kemungkinan hasil dapat meningkatkan kecemasan anda. Coba bertanya pada diri sendiri seberapa banyak riset yang diperlukan. Seiring waktu, anda bisa belajar mengenali kapan anda terlalu berlebihan.

Sebagai contoh, mungkin ide yang baik untuk berkonsultasi dengan dokter terpercaya jika anda harus memulai pengobatan tertentu. Anda mungkin memilih untuk mencari beberapa konsultasi dan menonton banyak video di YouTube tentang hal itu, yang menunda keputusan anda. Anda mungkin menemukan informasi yang saling bertentangan atau memiliki pertanyaan tambahan yang akan lebih memperpanjang pembuatan keputusan tersebut.

Menetapkan batasan berapa banyak opsi terpercaya yang anda cari sebelum membuat keputusan memang tidak selalu buruk. Penting juga untuk dipertimbangkan bahwa keputusan itu tidak perlu permanen. Anda bisa mengubah pikiran atau memutuskan untuk mengambil langkah yang berbeda jika hal-hal tidak berjalan dengan baik. Ini bisa mengurangi kecemasan anda terhadap membuat keputusan.

Saat ketakutan akan ketidakpastian meningkat, coba berhenti sejenak dan mencoba mengenali apa yang terjadi.

Menerima Kemungkinan Hal-Hal Tidak Berjalan dengan Baik
Ini mungkin adalah hal yang paling anda takuti, tetapi dalam hidup, hal-hal bisa berjalan tidak sesuai rencana. Sering bisa saja, tapi tidak selalu, tapi terkadang. Anda mungkin membeli baju secara impulsif dan kemudian menyesalinya. Anda bisa pergi ke pesta dan merasa bosan. Anda mungkin pergi ke restoran mewah dan mengalami gangguan pencernaan. Itu adalah hal yang sangat mungkin terjadi.

Ketika berbicara tentang keputusan yang lebih besar, seperti membeli mobil baru atau pergi ke perguruan tinggi, anda mungkin ingin melakukan penelitian yang memadai. Tapi penting untuk menerima bahwa terkadang, meskipun anda sudah melakukan segala persiapan, hal-hal mungkin tidak berjalan sesuai harapan. Itu tidak masalah. Pada akhirnya, anda akan belajar sesuatu dan mendapatkan pengalaman dari situasi tersebut. Anda akan menemukan cara untuk menghadapi tantangan, baik itu dengan mengembalikan baju atau pindah ke perguruan tinggi yang berbeda.

Meskipun “mengambil keputusan yang salah” bisa menakutkan, belajar bahwa ini juga akan berlalu dan bahwa anda bisa mengelola segala hasil, mungkin bisa membantu anda menghadapinya. Disinilah toleransi terhadap ketidakpastian itu dapat diartikan bahwa anda nyaman aja dengan tidak punya kendali atas hasil yang akan terjadi.

Menghadapi ketidakpastian itu kadang susah juga, kan anda gak tahu gimana hasilnya bakal jadi. Tapi tenang aja, toleransi terhadap ketidakpastian itu bisa anda pelajari. Kalau anda bisa menerima ketidakpastian, biasanya tingkat kecemasan anda jadi lebih rendah, anda jadi lebih baik dalam membuat keputusan, dan bisa lebih menikmati kegiatan sehari-hari dan hubungan sosial anda.

Cek tanda-tanda berikut jika ketidakpastian sudah membuat hidup anada menjadi:
– Sulit membuat keputusan sehari-hari karena intoleransi terhadap ketidakpastian.
– Kecemasan anda membuat anda sulit berfungsi di tempat kerja, sekolah bahkan dalam lingkungan keluarga sendiri.
– Anda sering/ dan mudah merasa terganggu dengan hal kecil atau sepele yang kurang anda sukai.
– Anda kesulitan beradaptasi dengan perubahan.

Kalau intoleransi terhadap ketidakpastian sudah mengganggu kebaikan mental anda, kegiatan sehari-hari, dan hubungan anda, mungkin sudah saatnya mencari dukungan dari psikolog.