Mitos: Anak-anak tidak mengalami masalah kesehatan mental.
Fakta: Bahkan anak-anak yang masih kecil pun bisa menunjukkan tanda-tanda awal masalah kesehatan mental. Kondisi kesehatan mental ini seringkali dapat didiagnosis secara klinis dan bisa menjadi hasil dari interaksi faktor biologis, psikologis, dan sosial.
Setengah dari semua gangguan kesehatan mental menunjukkan tanda-tanda pertama sebelum seseorang berusia 14 tahun, dan tiga perempat dari gangguan kesehatan mental dimulai sebelum usia 24 tahun.
Sayangnya, hanya separuh dari anak-anak dan remaja dengan kondisi kesehatan mental yang dapat didiagnosis menerima perawatan yang mereka butuhkan. Dukungan kesehatan mental yang diberikan sejak dini dapat membantu anak sebelum masalah tersebut mengganggu kebutuhan perkembangan lainnya.

Mitos: Orang dengan kondisi kesehatan mental cenderung mudah berperilaku kekerasan.
Fakta: Sebagian besar orang dengan kondisi kesehatan mental tidak lebih besar kemungkinannya untuk berperilaku kekerasan daripada orang lain pada umumnya.
Hanya 3%–5% dari tindakan kekerasan dapat dikaitkan dengan individu yang menderita gangguan kesehatan mental serius. Bahkan, orang dengan gangguan mental berat lebih dari 10 kali lebih mungkin menjadi korban kejahatan kekerasan daripada populasi umum. Anda mungkin juga mengenal seseorang dengan kondisi kesehatan mental dan bahkan tidak menyadarinya, karena banyak orang dengan kondisi kesehatan mental merupakan anggota masyarakat yang sangat aktif dan produktif.
Mitos: Orang dengan kebutuhan kesehatan mental, bahkan mereka yang mengelola kondisi kesehatan mental mereka, tidak dapat menangani stres pekerjaan.
Fakta: Orang dengan kondisi kesehatan mental dapat sama produktifnya dengan karyawan lain, terutama ketika mereka mampu mengelola kondisi kesehatan mental mereka dengan baik. Seringkali, atasan tidak mengetahui apakah anak buahnya memiliki kondisi kesehatan mental, tetapi jika kondisi tersebut diketahui oleh atasannya, mereka sering melaporkan kehadiran yang baik, ketepatan waktu, motivasi, kinerja yang baik, dan masa kerja yang sebanding bahkan bisa lebih baik dibandingkan dengan karyawan lain yang sedang tidak memiliki masalah mental.

Mitos: Masalah kesehatan mental merupakan hasil dari kelemahan kepribadian ataupun rendah diri, dan orang dapat keluar dari masalah mental jika mereka mau berusaha keras.
Fakta: Kondisi kesehatan mental tidak memiliki hubungan dengan kemalasan atau kelemahan. Banyak orang membutuhkan bantuan untuk sembuh. Banyak faktor yang berkontribusi pada kondisi kesehatan mental, termasuk: Faktor biologis, seperti genetika, penyakit fisik, cedera dan kimia otak. Bisa juga pengalaman hidup, seperti trauma atau riwayat penyalahgunaan narkoba dan riwayat keluarga dengan kondisi kesehatan mental.
Mitos: Tidak ada harapan bagi orang dengan masalah kesehatan mental. Begitu seorang teman atau anggota keluarga mengalami kondisi kesehatan mental, mereka tidak akan benar-benar pulih.
Fakta: Studi menunjukkan bahwa orang dengan kondisi kesehatan mental dapat menjadi lebih baik terutama ketika sudah berada di jalur pemulihan. Pemulihan mengacu pada proses di mana orang dapat hidup, bekerja, belajar, dan berpartisipasi sepenuhnya dalam masyarakat. Kini perawatan, layanan, dan sistem dukungan masyarakat bagi kesehatan mental lebih baik daripada dahulu, berfungsi untuk: Memahami Gangguan, Pencegahan, Perawatan dan Pemulihan kondisi psikis seseorang, pasangan maupun bersama anggota keluarga.

Mitos: Psikoterapi dan konseling psikologis tidaklah berguna. Mengapa repot-repot jika Anda bisa minum obat saja?
Fakta: Perawatan untuk kondisi kesehatan mental bervariasi tergantung pada individu dan bisa mencakup obat, terapi, atau keduanya. Banyak individu merasa lebih baik ketika mereka menjalani sistem dukungan tersebut selama proses penyembuhan dan pemulihan.
Mitos: Saya tidak bisa melakukan apa pun untuk orang dengan masalah kesehatan mental. Mereka harus berusaha menolong diri mereka sendiri.
Fakta: Teman dan orang yang dicintai dapat membuat perbedaan besar. Pada tahun 2020, hanya 20% dari orang dewasa yang menerima perawatan kesehatan mental dalam setahun terakhir, termasuk 10% yang menerima konseling atau terapi dari profesional. Teman dan keluarga dapat menjadi pengaruh penting untuk membantu seseorang mendapatkan perawatan dan layanan yang mereka butuhkan dengan:
Menghubungi mereka dan memberi tahu bahwa Anda siap membantu.
Membantu mereka mengakses layanan kesehatan mental.
Belajar dan berbagi fakta tentang kesehatan mental, terutama jika Anda mendengar sesuatu yang tidak benar.
Memperlakukan mereka dengan hormat, seperti Anda ingin diperlakukan oleh orang lain.
Menolak untuk mendefinisikan mereka berdasarkan diagnosis mereka atau menggunakan label seperti “gila”.

Mitos: Tidak mungkin mencegah kondisi kesehatan mental.
Fakta: Pencegahan gangguan mental, emosional, dan perilaku berfokus pada mengatasi faktor risiko yang diketahui, seperti paparan trauma, yang dapat memengaruhi kemungkinan bahwa anak-anak, remaja, dan dewasa akan mengembangkan kondisi kesehatan mental. Mendorong kesejahteraan sosial-emosional seseorang menghasilkan:
Produktivitas secara keseluruhan yang lebih tinggi
Hasil pendidikan yang lebih baik
Tingkat kejahatan yang lebih rendah
Ekonomi yang lebih kuat
Kualitas hidup yang lebih baik
Meningkatkan kualitas hidup
Kehidupan keluarga yang lebih harmonis.
Masih banyak mitos psikologis yang beredar di sekitar kita. Edisi sebelumnya dapat anda lihat disini ya! Disini ada juga, klik juga ya. Yuk hargai kesehatan mental!