Hai kak Anindya, sudah 6 bulan ini aku putus sama mantan aku, tetapi makin lama pisah malah makin kangen ya kak. Kayaknya dia juga kak. Aku terpikirkan untuk balik sama dia kak, mungkin kalo udah lama pisah kayak gini terus balik lagi, kita ga akan sering berantem kayak dulu. Memang sih dulu waktu pacaran sama dia aku ada ngerasa kurang sreg terus. Gimana ya kak kalo aku balikan lagi sama mantan pacarku itu?
(Diana, 22 tahun, part-timer)

Jika kamu putus karena perselingkuhan, pelecehan, bertengkar masalah yang sama berulang-ulang, atau berbagai ketidakcocokan kecil hingga besar, maka kembali bersama bukanlah demi kepentingan terbaikmu.

Hai Diana, dalam kehidupan berpasangan akan ada kemungkinan kita akan mengalami hubungan on-again, off-again, sementara ada pasangan lain yang benar-benar putus total atau tidak putus sama sekali. Jika keinginanmu untuk kembali ke pasangan masa lalumu itu kuat, coba jawab pertanyaan-pertanyaan ini sebelum kembali:

1. Mengapa kamu putus?
Jika kamu putus karena perselingkuhan, pelecehan, bertengkar masalah yang sama berulang-ulang, atau berbagai ketidakcocokan kecil hingga besar, maka kembali bersama bukanlah demi kepentingan terbaikmu. Meskipun mungkin tidak selalu merasa seperti itu, putus untuk keluar dari hubungan yang membuatmu merasa tidak nyaman, kelelahan karena pertengkaran yang berulang pada akhirnya dapat memastikan bahwa dalam jangka panjang kamu dapat lebih sehat dan bahagia, baik sendiri atau dengan pasangan lain. Pertimbangkan betul dengan hati-hati alasanmu untuk putus, dan apakah hubunganmu dapat menjadi sehat dalam jangka panjang jika kamu kembali bersamanya.

Kembali pada mantan karena alasan ekstrinsik, seperti pasangan yang memberi kamu mobil, uang, pekerjaan, atau barang material lainnya tidak akan membuat hubungan yang memuaskan. Demikian pula jika kamu merasa bergantung secara emosional pada pasangan, artinya kamu bergantung perhatian, atau kamu merasa sepi tanpa pasangan atau mungkin kamu hanya memilih kembali dengannya karena semua temanmu memiliki pasangan dan kamu malu karena jomblo sendiri. Hubungan seperti ini juga tidak akan bertahan bahagia.

2. Apakah kamu kembali dengannya untuk alasan yang tepat? 
Kembali pada mantan karena alasan ekstrinsik, seperti pasangan yang memberi kamu mobil, uang, pekerjaan, atau barang material lainnya tidak akan membuat hubungan yang memuaskan. Demikian pula jika kamu merasa bergantung secara emosional pada pasangan, artinya kamu bergantung perhatian, atau kamu merasa sepi tanpa pasangan atau mungkin kamu hanya memilih kembali dengannya karena semua temanmu memiliki pasangan dan kamu malu karena jomblo sendiri. Hubungan seperti ini juga tidak akan bertahan bahagia. Jika kembali ke mantan adalah ingin menyelesaikan masalah agar tidak perlu bertanggung jawab akan keuangan dan emosional, inilah saatnya  menemukan cara yang diperlukan untuk menjadi lebih mandiri. Kembali dengan mantan seharusnya hanya menjadi pilihan jika kita benar-benar saling merasakan cinta satu sama lain dan percaya bahwa kalian akan dapat saling memberi dukungan positif dan saling menguntungkan untuk membangun hubungan yang memuaskan, saling menghormati, dan bukan karena kita bergantung pada mereka.

Memasuki kembali sebuah hubungan dengan mantan hanya boleh dipertimbangkan jika kamu benar-benar berkomitmen untuk membuat perubahan yang diperlukan untuk menciptakan hubungan yang berharga. Itu berarti mengungkapkan dan mendiskusikan semua alasan mengapa ada hal-hal yang tidak berjalan sebelumnya, memperbaikinya dengan mengembangkan keterampilan baru untuk memelihara hubungan, menangani masalah, dan berkomunikasi. Hal ini biasanya sering dilakukan pasangan dalam konseling dengan psikolog.

3. Apakah kamu benar-benar mau berkomitmen untuk membuat hubungan berhasil?
Memasuki kembali sebuah hubungan dengan mantan hanya boleh dipertimbangkan jika kamu benar-benar berkomitmen untuk membuat perubahan yang diperlukan untuk menciptakan hubungan yang berharga. Itu berarti mengungkapkan dan mendiskusikan semua alasan mengapa ada hal-hal yang tidak berjalan sebelumnya, memperbaikinya dengan mengembangkan keterampilan baru untuk memelihara hubungan, menangani masalah, dan berkomunikasi. Hal ini biasanya sering dilakukan pasangan dalam konseling dengan psikolog. Berkomitmen pada perbaikan yang perlu dibuat, dan saling bertanggung jawab, akan dapat membantu memastikan cinta jangka panjang. Jangan kembali jika hanya untuk mengembalikan pola negatif hubungan masa lalumu. Hal ini akhirnya membuang-buang waktu dan tidak adil untuk dirimu dan pasangan.

Meskipun mungkin kamu benar-benar termotivasi untuk menjalin hubungan kembali dan yakin bahwa kamu dapat membuatnya berhasil, jika mantan pasanganmu tidak sepenuhnya berdedikasi untuk memperbaiki hubungan, kemungkinan besar hubungan kalian tidak akan berhasil.

4. Apakah mantan pasangan juga menginginkan hal yang sama denganmu? 
Meskipun mungkin kamu benar-benar termotivasi untuk menjalin hubungan kembali dan yakin bahwa kamu dapat membuatnya berhasil, jika mantan pasanganmu tidak sepenuhnya berdedikasi untuk memperbaiki hubungan, kemungkinan besar hubungan kalian tidak akan berhasil. Lebih baik diskusikan dahulu secara terbuka pikiran, perasaan, keinginan kalian berdua dan kesediaan mantan pasanganmu untuk membangun hubungan kembali. Jangan terburu-buru ya!