Balita belajar bagaimana merengek begitu mereka dapat membentuk kalimat penuh atau bisa lebih cepat. Sementara ada juga anak yang masih merengek hingga mereka mencapai kelas satu atau dua, untuk anak lain kebiasaan buruk tersebut bisa bertahan lebih lama lagi. Kebanyakan orang tua meminta anak-anak untuk berhenti merengek atau mengungkapkannya dengan nada kesal saat melakukannya, tapi hal itu seringkali tidak  mencegah anak merengek. Apalagi jika mereka sedang dalam suasana hati yang buruk, lelah, lapar, atau merasa tidak sehat.

Kebanyakan orang tua meminta anak-anak untuk berhenti merengek atau mengungkapkannya dengan nada kesal saat melakukannya, tapi hal itu seringkali tidak  mencegah anak merengek. Apalagi jika mereka sedang dalam suasana hati yang buruk, lelah, lapar, atau merasa tidak sehat.

Sementara balita mungkin mengalami kesulitan ketika mengendalikan rengekan mereka, sekitar usia 3-4 tahun, sebenarnya seorang anak sudah bisa mengekspresikan kata-kata yang sama dengan suara yang tidak terlalu cengeng. Ada trik sederhana bagi orang tua untuk menggunakannya yang bisa menghilangkan rengekan sebagai kebiasaan. Sebenarnya banyak orang tua menyadari teknik ini, namun seringkali gagal saat mereka mencobanya karena mereka tidak mematuhi kondisi penting yang harus menyertai perubahan kebiasaan merengek ini. Lihat yuk:

  1. Kapan pun anak anda berbicara dengan suara cengeng, sambil tersenyum (untuk menyampaikan bahwa anda tidak marah), katakan pada mereka “Nak, tapi suaramu cengeng dan telingaku tidak bekerja dengan baik saat kamu merengek. Coba tolong katakan itu lagi dengan suara anak yang keren”
  2. Jika anak mengulangi rengekannya, pegang tangan anda ke telinga anda dan katakan, tetap sambil tersenyum, “Ayah/Ibu tahu kamu mengatakan sesuatu tapi telingaku tidak bekerja. Bisakah kamu menggunakan suara anak yang sudah besar?”
Langkah awal: Kapan pun anak anda berbicara dengan suara cengeng, sambil tersenyum (untuk menyampaikan bahwa anda tidak marah), katakan pada mereka “Nak, tapi suaramu cengeng dan telingaku tidak bekerja dengan baik saat kamu merengek. Coba tolong katakan itu lagi dengan suara yang keren”

3. Jika anak tersebut mengubah nada mereka menjadi lebih sedikit cemberut, katakan pada mereka, “Sekarang Ayah/Ibu dapat mendengarmu lebih baik. Terima kasih telah menggunakan suara anak yang sudah besarmu “dan tanggapi mereka.

4. Jika setelah dua permintaan awal anak anda masih merengek, angkat bahu dan berpaling atau abaikan mereka sampai mereka mengekspresikan diri tanpa merengek.

5. Jika mereka terus menangis, katakan pada mereka, “Saya ingin mendengar suaramu, tapi telingaku butuh bantuan. Mereka membutuhkan kamu untuk menggunakan suara anak laki-laki/ perempuan yang besar.” Jika anak tersebut memperbaiki suaranya sedikit atau sepertinya mereka berusaha, kembali ke langkah no 3. Tujuannya sebenarnya agar secara bertahap membentuk perilaku sehingga setiap usaha awal pada mereka Pada saat pertama memulai teknik ini harus dihargai.

Sebagai orangtua anda harus merespons dan melakukannya dengan konsisten hingga kebiasaan tersebut berubah. Semakin anda konsisten, semakin cepat kebiasaan merengek akan berubah.

Agar teknik ini dapat bekerja baik, sebagai orangtua anda harus merespons dengan cara ini dan melakukannya dengan konsisten hingga kebiasaan tersebut berubah. Semakin anda konsisten, semakin cepat kebiasaan merengek akan berubah. Perkuat usaha anak anda dengan pujian sederhana (seperti contoh pada langkah 3).

 

Semakin tenang dan mengurangi emosi saat anda merespons, sebenarnya semakin mudah bagi anak untuk fokus pada pesan yang ingin anda sampaikan.

Semakin tenang dan mengurangi emosi saat anda merespons, sebenarnya semakin mudah bagi anak untuk fokus pada pesan yang ingin anda sampaikan. Jika mereka melihat rengekan adalah cara untuk mendapatkan ‘reaksi’ maka rengekan akan memperkuat kebiasaan buruk tersebut dan anak malah akan berkembang menjadi anak yang manja.