Mungkin kamu pikir orang yang kesepian di hari Valentine adalah orang yang susah dapat pasangan atau yang sedang sedih sendirian. Lucunya, gambaran kesepian ini seringkali ga akurat. Sebenarnya perasaan kesepian tidak terkait dengan punya pacar atau status perkawinan, atau jumlah kerabat dan teman dekat kita. Sebenarnya bukan hal yang aneh jika merasa kesepian saat kita tidak sendiri. Begitu juga ketika kita sendiri, tapi tidak merasa kesepian. Itu karena kesepian bukanlah keadaan, ini adalah keadaan pikiran kita. Kesepian juga bukan sebuah situasi, melainkan perasaan. 

Perasaan kesepian tidak terkait dengan punya pacar atau status perkawinan, atau jumlah kerabat dan teman dekat kita. Sebenarnya bukan hal yang aneh jika merasa kesepian saat kita tidak sendiri. Begitu juga ketika kita sendiri, tapi tidak merasa kesepian. Itu karena kesepian bukanlah keadaan, ini adalah keadaan pikiran kita. Kesepian juga bukan sebuah situasi, melainkan perasaan.

Banyak orang merasa kesepian di Hari Valentine, banyak diantaranya sedang dalam hubungan atau dikelilingi banyak orang. Banyak yang tidak tahu mengapa merasa kesepian. Kita bisa memulainya dengan memahami dari mana perasaan kita sendiri berasal. Coba cek alasan berikut ini:

Kamu takut membiarkan orang lain mengenal dirimu lebih dekat.
Sebagai psikolog, saya telah melihat ketakutan ini di banyak orang, padahal orang-orang ini  sebenarnya banyak disukai dan dicintai. Sebenarnya ini berasal dari keyakinan diri kita bahwa ada sesuatu yang salah dalam diri kita. Kondisi ini bisa memburuk di dalam diri kita, biasanya kita mencegah orang lain mendekat, bahkan ketika kamu menyukai orang tersebut. Kita merasa: “Jika mereka mengenal aku, mereka tidak akan menyukaiku,”. Kamu bisa saja sudah punya pasangan atau banyak teman, tetapi ternyata tidak membantumu merasa kurang sendirian karena tidak ada orang yang benar-benar tahu atau merasakan siapa dirimu sebenarnya dan apa yang kamu rasakan.

Counter-Dependence: rasa takut akan kebutuhan akan seseorang atau takut bergantung pada seseorang.
Kamu takut untuk mencari cinta karena membuat kamu merasa atau tampak lemah. Counter-Dependence memiliki kekuatan besar untuk mempengaruhi hidupmu. Bahkan bisa membuatmu merasa malu karena menginginkan pasangan. Kamu takut merasa lemah karena memiliki kebutuhan emosional bersama orang lain. Hal ini menyebabkan isolasi diri, yang mungkin tidak kamu sadari. Meskipun dirimu sendiri adalah orang yang mencegah kedekatanmu dengan orang lain, mungkin kamu melihatnya sebaliknya; yaitu orang lain yang menjaga jarak darimu.

Kamu takut membiarkan orang lain mengenal dirimu lebih dekat: Sebagai psikolog, saya telah melihat ketakutan ini di banyak orang, padahal orang-orang ini  sebenarnya banyak disukai dan dicintai. Kondisi ini bisa memburuk di dalam diri kita, biasanya kita mencegah orang lain mendekat, bahkan ketika kamu menyukai orang tersebut.

Menahan diri dari hubungan emosional.
Bagi sebagian orang, keintiman emosional bisa terasa mengancam. Apakah kamu sedang menjalin hubungan atau tidak, kamu memisahkan emosimu, takut menggunakan perasaanmu sebagaimana adanya: untuk menghubungkan dirimu dengan orang lain. Ketika kamu memiliki hubungan emosional, kamu merasa rentan, dan bila kamu tidak memilikinya, kamu merasa aman. Padahal bersama dengan “aman” datang juga “kesepian.” Cinta sejati membutuhkan koneksi emosional. Koneksi emosional membutuhkan kerentanan. Kamu tidak dapat memiliki satu tanpa yang lainnya.

Apakah kamu dapat memperhatikan satu unsur umum yang menyatukan ketiga faktor yang menyebabkan kesepian ini? Ini adalah ketakutan. Takut diketahui, takut memiliki kebutuhan, dan takut kerentanan. Ketakutan ini bisa sangat kuat, dan dapat merusak kualitas hidupmu loh. Jika kamu ingin berhenti merasa kesepian, kamu harus menghadapi ketakutanmu. Kabar baiknya adalah, kamu bisa koq! Caranya? Yuk lihat:

1. Coba yuk untuk membiarkan seseorang, satu orang saja, tahu apa yang kamu inginkan, apa yang kamu butuhkan, dan yang terpenting apa yang kamu rasakan. Awalnya mungkin tampak seperti risiko besar, namun kenyataannya hanya sedikit risiko yang terlibat. Buat deh usaha untuk terbuka kepadanya. Kamu pasti akan seneng banget.

Cinta sejati membutuhkan koneksi emosional. Koneksi emosional membutuhkan kerentanan. Kamu tidak dapat memiliki satu tanpa yang lainnya. Apakah kamu dapat memperhatikan satu unsur umum yang menyatukan ketiga faktor yang menyebabkan kesepian ini? Ini adalah ketakutan. Takut diketahui, takut memiliki kebutuhan, dan takut kerentanan. Ketakutan ini bisa sangat kuat, dan dapat merusak kualitas hidupmu loh. Jika kamu ingin berhenti merasa kesepian, kamu harus menghadapi ketakutanmu.

2. Percaya deh menginginkan sebuah hubungan bukanlah tanda kelemahan, justru itu pertanda kekuatan. Perlu dan ingin merasa dekat pada seseorang adalah tanda bahwa kamu adalah manusia, hingga mampu mengembangkan hubungan emosional dengan orang lain adalah tanda kepercayaan diri, bukan kelemahan ya.

3. Sesuaikan pandanganmu akan hubungan emosional dari negatif ke positif. Inilah cara terakhir menghadapi ketakutanmu. Jika kamu memiliki konflik dengan seseorang, usahakan untuk membicarakannya dari hati ke hati dengan orang tersebut. Mulai perhatikan apa yang orang lain rasakan, dan lihat apakah kamu dapat menanggapi perasaannya. Menjadi lebih sadar akan emosi pada diri sendiri dan orang lain adalah cara terbaik untuk bergerak menuju hubungan emosional yang sehat. Jika ketiga cara diatas sulit kamu pahami, tidak ada salahnya melakukan konseling dengan psikolog ya!

Percaya deh menginginkan sebuah hubungan bukanlah tanda kelemahan, justru itu pertanda kekuatan. Perlu dan ingin merasa dekat pada seseorang adalah tanda bahwa kamu adalah manusia, apalagi hingga mampu mengembangkan hubungan emosional dengan orang lain adalah tanda kepercayaan diri, bukan kelemahan ya.