Kita tahu bahwa merasakan dan mengungkapkan rasa syukur adalah hal yang baik. Tetapi apa yang perlu terjadi di dalam diri kita sehingga kita bisa lebih sadar dan hadir terhadap pengalaman bersyukur? Bagaimana agar pengalaman bersyukur dapat membuka kita untuk hidup lebih mendalam dan menghubungkan kita lebih erat dengan diri sendiri?

Kita tahu bahwa merasakan dan mengungkapkan rasa syukur adalah hal yang baik. Tetapi apa yang perlu terjadi di dalam diri kita sehingga kita bisa lebih sadar dan hadir terhadap pengalaman bersyukur? Bagaimana agar pengalaman bersyukur dapat membuka kita untuk hidup lebih mendalam dan menghubungkan kita lebih erat dengan diri sendiri?

Mengenali
Rasa syukur adalah penghargaan kita untuk hal-hal baik yang kita alami. Ini dimulai dengan mengenali bahwa sesuatu terjadi pada saat itu. Seseorang mengomentari kebaikan atau persepsi kita, ketika kita menerima kabar baik tentang sesuatu yang kita kerjakan. Ketika, seseorang yang tidak kita kenal memancarkan senyum hangat atau ketika kita melihat suatu pemandangan atau binatang yang lucu. Tampaknya tidak ada apa pun di sini yang merupakan hal besar. Hanya momen kecil yang lewat dari kehidupan sehari-hari. Tetapi bagian dari kehidupan bermakna adalah kemampuan memperhatikan hal-hal luar biasa dalam kehidupan biasa. Hidup terdiri dari momen-momen yang sederhana dan melintas. Menjalani lebarnya dan bukan hanya panjangnya berarti menyadari dan menahan momen-momen ini sedikit lebih lama. Cobalah untuk mengenali cara atau hal kecil yang menunjukkan kebaikan kepada dirimu. Jika kamu tidak yakin tentang motivasi mereka, biarkan saja, nikmati saja kebaikan tersebut.

Rasa syukur adalah penghargaan kita untuk hal-hal baik yang kita alami. Ini dimulai dengan mengenali bahwa sesuatu terjadi pada saat itu. Seseorang mengomentari kebaikan atau persepsi kita, ketika kita menerima kabar baik tentang sesuatu yang kita kerjakan. Ketika, seseorang yang tidak kita kenal memancarkan senyum hangat atau ketika kita melihat suatu pemandangan atau binatang yang lucu. Tampaknya tidak ada apa pun di sini yang merupakan hal besar. Hanya momen kecil yang lewat dari kehidupan sehari-hari. Tetapi bagian dari kehidupan bermakna adalah kemampuan memperhatikan hal-hal luar biasa dalam kehidupan biasa. Hidup terdiri dari momen-momen yang sederhana dan melintas. Menjalani lebarnya dan bukan hanya panjangnya berarti menyadari dan menahan momen-momen ini sedikit lebih lama. Cobalah untuk mengenali cara atau hal kecil yang menunjukkan kebaikan kepada dirimu. Jika kamu tidak yakin tentang motivasi mereka, biarkan saja, nikmati saja kebaikan tersebut.

Relaks dan Menerima
Setelah kamu mengenali momen berharga di mana seseorang mengenalimu dan menawarkan sesuatu kepadamu, kamu akan lebih siap untuk membiarkannya masuk. Kamu tidak dapat menerima apa yang tidak kamu perhatikan. Banyak orang tidak begitu mudah ketika menerima perhatian, pujian, senyuman, atau pelukan. Kamu mungkin merasa bahwa kamu tidak benar-benar layak mendapatkannya atau bahkan tidak peduli. Rasa malu dan ketidakpedulian dapat menyumbat otak kita, membuat kita tidak bisa menerima dengan baik. Daripada menerima dengan anggun, kita malah mengalihkan mata kita, menjawab dengan ragu atau mengabaikannya. Kita termakan oleh kesadaran diri bahwa kita tidak layak, takut ataupun malas. Ketidakpedulian, ketakutan, dan ketidakpercayaan diri membuat kita sibuk dalam dunia yang tidak memungkinkan perilaku pemberian dan penerimaan mengalir lancar. Begitu kamu mengenali bahwa seseorang menawarkan kebaikan kepadamu, lihatlah apakah kamu dapat membiarkannya masuk. Apakah perut kamu menegang atau dada menyempit? Ambil nafas yang lambat dan dalam dan biarkan perhatian mengalir nyaman di dalam tubuhmu atau perhatikan dengan lembut ketidaknyamananmu. Apakah ada cara untuk bersantai dan menerima kebaikan untuk dirimu sendiri?

Setelah kamu mengenali momen berharga di mana seseorang mengenalimu dan menawarkan sesuatu kepadamu, kamu akan lebih siap untuk membiarkannya masuk. Kamu tidak dapat menerima apa yang tidak kamu perhatikan. Banyak orang tidak begitu mudah ketika menerima perhatian, pujian, senyuman, atau pelukan. Kamu mungkin merasa bahwa kamu tidak benar-benar layak mendapatkannya atau bahkan tidak peduli. Rasa malu dan ketidakpedulian dapat menyumbat otak kita, membuat kita tidak bisa menerima dengan baik. Daripada menerima dengan anggun, kita malah mengalihkan mata kita, menjawab dengan ragu atau mengabaikannya. Kita termakan oleh kesadaran diri bahwa kita tidak layak, takut ataupun malas. Ketidakpedulian, ketakutan, dan ketidakpercayaan diri membuat kita sibuk dalam dunia yang tidak memungkinkan perilaku pemberian dan penerimaan mengalir lancar. Begitu kamu mengenali bahwa seseorang menawarkan kebaikan kepadamu, lihatlah apakah kamu dapat membiarkannya masuk. Apakah perut kamu menegang atau dada menyempit? Ambil nafas yang lambat dan dalam dan biarkan perhatian mengalir nyaman di dalam tubuhmu atau perhatikan dengan lembut ketidaknyamananmu. Apakah ada cara untuk bersantai dan menerima kebaikan untuk dirimu sendiri?

 Menikmati
Kita sering tidak membiarkan diri kita menikmati hal-hal baik dalam hidup. Mungkin kita takut orang akan berpikir kita egois atau kita takut kecewa. Semuanya dalam kehidupan akan berlalu; tidak ada yang permanen. Oleh sebab itu, kita harus dapat menikmati apa yang datang saat ini dengan cara kita, membiarkannya mengalir ketika harus berlalu dan terbuka untuk momen baru. Nikmati sepenuhnya tanpa kita pegangi. Memanfaatkan momen positif berarti keluar dari kepala kita dan keasyikan sendiri dan hanya membiarkan diri kita terbuka menikmati apa yang baru saja diberikan atau dilakukan oleh kita sendiri maupun orang lain kepada kita. 

Kita sering tidak membiarkan diri kita menikmati hal-hal baik dalam hidup. Mungkin kita takut orang akan berpikir kita egois atau kita takut kecewa. Semuanya dalam kehidupan akan berlalu; tidak ada yang permanen. Oleh sebab itu, kita harus dapat menikmati apa yang datang saat ini dengan cara kita, membiarkannya mengalir ketika harus berlalu dan terbuka untuk momen baru. Nikmati sepenuhnya tanpa kita pegangi. Memanfaatkan momen positif berarti keluar dari kepala kita dan keasyikan sendiri dan hanya membiarkan diri kita terbuka menikmati apa yang baru saja diberikan atau dilakukan oleh kita sendiri maupun orang lain kepada kita. 

Menanggapi
Kami sering bereaksi dengan “terima kasih” otomatis ketika seseorang memuji atau memberikan perhatian. Tetapi seberapa jauh lebih kaya respons kita jika kita berhenti sejenak dan meluangkan waktu untuk mengenali, menerima, dan menikmati tindakan atau kata-kata yang lebih dalam. Seni membuka dan menerima kebaikan lebih dalam dapat menggerakkan kita untuk merespons dengan cara yang lebih kreatif dan menyentuh. Senyum hangat atau seruan gembira seperti “Oh wow!” Mungkin menyampaikan lebih dari yang diharapkan secara sosial “terima kasih” yang telah dilatih untuk kami katakan.  Ini adalah pemberian kepada si pemberi untuk membiarkan mereka melihat dan merasakan rasa syukur kita. Aliran memberi dan menerima yang indah dapat terjadi antara dua orang yang bertemu dengan hati yang terbuka dan saling menerima. Sebelum bereaksi secara otomatis, biarkan perasaan yang baik untuk tumbuh. Jangan tunduk pada kewajiban untuk merespons dengan cepat. Luangkan sedikit waktu dan perhatikan apa yang akan terasa setelah momen tersebut.