Mbak Anindya tahu ga sih kalo makin banyak orang bikin tato. Sebenarnya tato tuh menggambarkan orang yang bikinnya seperti apa sih mbak? 
(Roy, 21 tahun, mahasiswa)


Ketika tato pertama kali muncul pada 1800-an, anggapan awalnya adalah menandakan penjahat atau merupakan perilaku penyimpangan. Saat ini, tato semakin lumrah terlihat, bahkan menjadi bagian tren dan gaya hidup, walaupun masih banyak orang di Indonesia menganggapnya tabu dan bahkan masih memiliki stereotipi tertentu seperti perempuan bertato akan dipandang lebih buruk daripada pria bertato atau masih ada perusahaan yang tidak mau mempekerjakan orang dengan tato yang terlihat karena dianggap tidak sesuai dengan citra perusahaan.

Ketika tato pertama kali muncul pada 1800-an, anggapan awalnya adalah menandakan penjahat atau merupakan perilaku penyimpangan. Saat ini, tato semakin lumrah terlihat, bahkan menjadi bagian tren dan gaya hidup.

Memiliki tato sering dianggap dapat memberi tahu kita mengenai kepribadian atau cara berpikir orang-orang yang membuatnya. Banyak penelitian psikologi yang telah dilakukan sehubungan dengan topik orang dan tato, namun hasilnya belum konsisten. Hal ini terjadi karena betapa luasnya usia orang yang membuat tato; dari remaja hingga orangtua, dari seluruh belahan dunia, berbagai negara dan budayanya yang beragam, laki-laki maupun perempuan.

Masih banyak orang di Indonesia menganggapnya tabu dan bahkan masih memiliki stereotipi tertentu seperti perempuan bertato akan dipandang lebih buruk daripada pria bertato atau masih ada perusahaan yang tidak mau mempekerjakan orang dengan tato yang terlihat karena dianggap tidak sesuai dengan citra perusahaan.

Mengingat betapa luasnya variasinya, tato dapat berpotensi berbagai hal mengenai pembuatnya. Jadi, memiliki tato secara umum tidak bisa memberi tahu kita apa-apa tentang seseorang, tetapi mengeksplorasi detail tentang tato secara individual bisa cukup informatif. Ada orang yang membuat tato berdasarkan kenangan, seni atau kebutuhan untuk tampil unik.  Jadi arti penting dari setiap tato bisa sangat berbeda tergantung pada individu yang membuatnya. Tidak ada karakteristik kepribadian tertentu dan sama yang dapat diamati antar orang yang memiliki tato. Namun, mendiskusikan mengapa tato diperoleh, bagaimana lokasinya dipilih, dan makna pribadi dari desainnya dapat berguna untuk memahami seseorang dengan lebih baik. 

Memiliki tato sering dianggap dapat memberi tahu kita mengenai kepribadian atau cara berpikir orang-orang yang membuatnya. Banyak penelitian psikologi yang telah dilakukan sehubungan dengan topik orang dan tato, namun hasilnya belum konsisten. Hal ini terjadi karena betapa luasnya usia orang yang membuat tato; dari remaja hingga orangtua, dari seluruh belahan dunia, berbagai negara dan budayanya yang beragam, laki-laki maupun perempuan.

Dalam konseling psikologi, memaknai tato memungkinkan psikolog dan kliennya yang bertato untuk mengeksplorasi masalah atau tema yang mungkin terlupakan namun sebenarnya dapat membantu klien memahami masalahnya.

Dalam konseling psikologi, memaknai tato memungkinkan psikolog dan kliennya yang bertato untuk mengeksplorasi masalah atau tema yang mungkin terlupakan namun sebenarnya dapat membantu klien memahami masalahnya.